KONSTRUSI DINDING DAN LANTAI

Kontruksi Dinding Dan Lantai Bangunan

Menggambar Konstruksi Lantai dari Keramik/Ubin/Parket
Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dan tata
letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus
diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua
ruangan yang berkaitan. Dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa
setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri. Dan biasanya perencanaan
pemasangan keramik atau ubin berpedoman pada pintu utama. Dan pada
rumah bertingkat maka pemasangannya selain berpedoman pintu utama juga
harus memperhatikan arah yang ke anak tangga, karena akan berkaitan dengan
pemasangan lantai atas.

Konstruksi Dinding Bata/Batako

Materi tentang konstruksi dinding merupakan bagian dari konstruksi bangunan
gedung. Pada materi ini akan belajar tentang pengertian bangunan, fungsi
bangunan, jenis-jenis bangunan, bagian pokok dari bangunan, ikatan batu bata
untuk dinding, meliputi ikatan ½ bata, ikatan silang, ikatan tegak, ikatan vlam
dan rollaag.
Pengetahuan dasar mengenai konstruksi dinding akan sangat membantu
dalam penggambaran konstruksi dinding atau bagaimana melaksanakan
praktik pembuatan dinding batu bata sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pengertian Ilmu Bangunan
Yang dimaksud dengan ilmu bangunan adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan
pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan
diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi
maupun pelaksanaannya.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a. Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu
untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada
menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan
untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain:
171
Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam
arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekadar tempat berlindung
atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga.
Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan
bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Semua
hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah
dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar.
Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan antara lain untuk menyimpan
barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi benda-benda ini mudah
dipindahkan ke tempat lain. Untuk itu benda-benda di sini tidak dapat dikatakan
bangunan.
Dalam pembuatannya bangunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja,
tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung
besar kecilnya bangunan yang dibuat.
Jenis Bangunan
Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedunggedung,
monumen, pabrik, gereja, masjid, dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan
irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan, dan
sebagainya.
Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi tiga bagian besar yang
dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi bangunan gedung, bangunan air,
dan jalan jembatan.
Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton,
atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah
berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.
Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat,
dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif
murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya
terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan
pemborosan.
Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan
syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya
mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan
172
bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan, dan juga
perawatannya.
Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu
mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin, dan
sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s